Friday, 21 October 2016

Fitur Menggoda Yamaha X-Max 300, Wajib Tahu



Pabrikan sepeda motor asal Jepang, Yamaha, secara terang-terangan memamerkan X-Max 300 generasi terbaru yang akan dipasarkan di daratan Eropa. Yamaha ingin menjadikan motor ini sebagai penggantiYamaha X-Max 250cc. Rencananya peluncuran akan dilaksanakan pada bulan Maret tahun depan di benua biru. Menariknya, motor generasi terbaru ini diklaim memiliki fitur yang sangat kaya. Bahkan, beberapa item bikin geleng-geleng kepala. Dilansir dariIndiatodays, Jumat, 21 Oktober 2016, Yamaha X-Max 300 hadirdengan desain modern, terjejal lampu ganda berkarakter tajam dan sudah dilengkapi LED. Pada bagian belakangnya, juga sudah dibekali lampu LED dengan desain membentuk huruf 'X'. Behel model tanduk yang terlihat menyatu dengan bodi semakin membuat penampilannya memesona. Dengan postur bongsor dan desain tampilansporty, body New X-Max 300 rupanya dibangun berdasarkan DNA N-Max namun memiliki perbedaan padabeberapa bagian. Salah satu bagian yang berbeda yaitu di mana terdapat dua headlamp LED yang menambah kesan tajam pada lampunya. sedangkan bagian belakang dihiasi oleh lekuk-lekuk futuristik, didukung dengan sein danstoplamp LED. Panel instrumennya juga merupakan hasil perpaduan analog dan digital. Informasiyang ditampilkan pun cukup komplet, ada indikator bensin, jam, dan juga tripmeter. Untuk dapur pacunya, dengan menggunakan mesinliquid-cooledBlueCore berkapasitas 300 cc, motor matik bongsor ini didukung dengan sejumlah teknologi yang membuatnya semakin terlihat “edan” untuk digunakan saat menanjak dan di jalanan.

Mesin New X-Max 300 berkubikasi 292ccsingle silinderdianggap mampu mengeluarkan tenaga hingga 27,6 hp pada 7.250 rpm dan torsi 29 Nm pada 5.750 rpm. Generasi baru X-Max 300 diklaim lebih irit dalam hal konsumsi bahan bakar, dengan begitu, pengurangan emisi akan lebih baik.Teknologi yang disematkan Yamaha untuk memperkuat New X-Max 300 juga sangat komplet, dimana standar keselamatan dan kenyamanan berkendara juga tak luput disematkan dimotor ini sepertiAnti-lock Braking System(ABS),Traction Control System(TCS) danSmart Key keyless ignition system.Bagian sasis juga mendapatkan sentuhan khas yang baru, di mana suspensi depan menggunakan sepasangshock breakermodel teleskopik dengan ditambah velg 15 inci. Sedangkan bagian belakang juga menggunakan suspensi ganda berukuran velg lebih kecil 14 inci.Untuk menambah tampilan pada roda serta sebagai fitur keamanan, tugas pengereman ditangani oleh rem cakramdi kedua ujungnya, sementara ABS adalahfitmentstandar. Pengereman depan juga telah menggunakan cakram 267 mm dan belakang 245mm.X-Max 300 dibekali sejumlah sensor pada roda belakang ketika motor terdeteksi kehilangan traksi. Sistem elektronik ini tentu memberikan percayadiri berlebih bagi pembesutnya saat motor digunakan di jalanan basah atau licin.Sementara itu, untuk mendukung agar bisa digunakan dalam perjalanan touring, New X-Max 300 memiliki penyimpan bahan bakar yang cukup besar, hingga mampu menampung 13 liter. Bagian bagasi juga sangat luas, sehingga mampu mengakomodasi dua helm sekaligus dan masih menyisakan sedikitspace.Untuk masalah harga, Skuter milik perusahaan berlogo “Garpu Tala” ini akan dibanderol dengan kisaran harga 5.499 Euro atau setara dengan Rp78,5 juta.

Sumber : viva.co.id
Moga Bermanfaat

Thursday, 20 October 2016

Kalah dari Marquez, Rossi Ultimatum Yamaha


Setelah gagal merebut trofi juara dunia musim ini,The Doctor meminta pabrikan Jepang menciptakan motor yang lebih kompetitif untuk menyaingi Honda. Musim ini, Yamaha gagal mempertahankan gelar juara dunia yang musim lalu diraih Jorge Lorenzo. Tim Garpu Tala gagal bersaing di paruh kedua 2016, kendati sempat mengasapi Honda di awal kompetisi. Tengok saja di tujuh seri perdana di Qatar hingga Catalunya, Yamaha dapat lima kemenangan sementara Honda cuma dua. Rinciannya, Rossi mengemas dua kemenangan di Jerez dan Catalunya, sementara Lorenzo tiga kemenangan di Qatar, Prancis, dan Italia. Sisanya di Argentina dan Amerika,The Baby Alienjadi pemenang.Namun semuanya berbalik ketika memasuki paruh kedua musim. Yamaha tak pernah menang lagi sejak Catalunya, sementara Honda mendominasi dengan mendulang enam podium kemenangan, sisanya direbut Suzuki dan Ducati.Bukannya Yamaha tak menyadari penurunan performa tersebut. Di pengujian Brno, Republik Ceko, Rossi dan Lorenzo diberi komponen anyar berupa sasis dan swing-arm baru untuk YZR-M1. Tapi nyatanya, terobosan itu dinilai pembalap Italia belum mampu menyelesaikan masalah.Jika dibandingkan dengan Honda, Marquez justru terus meningkatkan kinerja motor RC213V dengan baik. Meski terseok-seok di pra-musim, pembalap Spanyol bisa mendapat motor yang kompetitif seiring berjalannya musim, terutama sejak di Barcelona.Hingga akhirnya, kekalahan Yamaha atas Honda benar-benar terjadi di Grand Prix Jepang akhir pekan lalu. Ketika Rossi dan Lorenzo terjatuh di Sirkuit Motegi, Marquez justru keluar jadi pemenang untuk mengunci titel juara dunia 2016. Jelang bertarung di seri balap Australia, Minggu (23/10/2016), Rossi menilai terobosan yang dilakukan Yamaha di pengujian tengah musim gagal berdampak positif. Untuk itu, ia meminta pabrikannya menciptakan motor baru yang lebih bersaing musim depan. "Masalahnya, terutama dibandingkan dengan Honda, adalah sepanjang musim kami dapat perangkat baru, tapi sayangnya kami tidak bisa membuat langkah seperti yang kami lakukan di musim 2015dan 2014," ujar Rossi seperti dikutipCrash, Kamis (20/10/2016)."Di akhir musim tersebut, kami sangat kuat. Tapi, musim ini kami tidak mampu melakukannya. Kami perlu membuat langkah yang lain dan saya kira kami baru bisa melihat motor (2017) di pengujian Valencia, setelah seri balap terakhir,"Kami selalu berdiskusi dan coba memberi pengalaman saya untuk mengembangkan motor. Hubungan dengan Yamaha setelah melewati banyak musim sangat bagus untuk membantu mereka,""Mereka banyak mengerjakan bagian mesin dan sasis, tapi saya tidak tahu apapun soal motor baru. Akan sangat menarik melihatnya sebab kami memulai musim ini dengan mengoleksi sangat banyak poin," tegasnya.

Tafsir Dakwah III

Di antara penyakit lisan (Aafatul Lisan) yang sangat berbahaya adalah mengumpat dan mencela. Ayat di atas menjelaskan betapa dahsyatnya ancaman bagi pengumpat dan pencela.
Umpatan dan Celaan adalah Ujian Dakwah
Surat Al Humazah adalah termasuk deretan Surat Makkiyah, yaitu surat yang turun sebelum Rasulullah saw dan gangguan yang terjadi pada tahun-tahun awal kehidupan dakwah. Ini juga contoh konkret dari tribulasi dakwah yang bisa terjadi pada sosok da’i, di mana dan kapan saja. Jadi, hal ini sunnatullah dalam dakwah sehingga tidak boleh membuat juru dakwah putus asa, pesimis dan loyo apalagi sampai meninggalkan dakwah hanya karena tak tahan menghadapinya.
Dalam kajian Sayyid Quthb rahimahullah surat ini memberi gambaran sosok pencela yang kerdil jiwanya karena telah dikuasai harta sehingga menganggap harta adalah nilai (value), variabel atau standar tertinggi dalam kehidupan. Maka, ketika ia bergelimang harta, ia merasa telah memiliki dan menguasai harga diri manusia. Puncaknya, ia menganggap harta adalah tuhan yang maha kuasa, mampu berbuat apa pun, sampai-sampai mampu menolak kematian dan mengekalkan kehidupan serta menolak qadha' (ketentuan) Allah, hisab (audit)-Nya dan jaza' (balasan)-Nya, jika ia masih memandang adanya hisab dan balasan.
Mengumpat dan Mencela, Sifat Orang Kafir
Sederet nama di atas, jika riwayat-riwayat tersebut shahih, adalah musuh bebuyutan dakwah di zaman Nabi saw. Mereka sangat populer sepak terjangnya dalam memusuhi Nabi saw dan orang-orang beriman. Hal ini memberikan pemahaman bahwa mengumpat dan mencela adalah sifat dan karakter orang kafir. Karenanya, Islam membenci perilaku buruk dan menyebutkannya dalam banyak ayat Al Qur'an.
 AYAT 1
                                                                                                                      وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ
“ Wail bagi pengumpat dan pencela”
Kata ( وَيْلٌ ) wail digunakan untuk menggambarkan kesedihan, kecelakaan, dan kenistaan.kata ini juga digunakan untuk mendoakan seseorang untuk mendapatkan kecelakaan dan kenistaan itu. Dengan demikian ia dapat menggambarkan keadaan buruk yang sedang atau akan dialami. Banyak ulama memahaminya dalam arti kecelakaan atau kenistaan yang akan dialami, dan dengan demikian ia akan menjadi ancaman buat pengumpat dan pencela. Sementara ulama berpendapat bahwa wail adalah nama satu lembah dineraka, yang melakukan pelanggaran tertentu akan tersiksa dineraka.[1]
Kata al-humazah adalah bentuk jamak dari kata hummaz yang terambil dari kata al-hamz yang pada mulanya berarti tekanan dan dorongan yang keras. Huruf hamzah dalam  alfabeth bahasa arab,dinamai demikian karena posisi lidah dalam pengucapannya berada diujung tenggorokan sehingga untuk mengucapkannya dibutuhkan semacam dorongan dan tekanan. Kalimat hamazat asy-syayathin berarti dorongan-dorongan syetan untuk melakukan kejahatan. Pengertian itu berkembang sehingga ia diartikan dengan mendorong orang lain dengan lidah (ucapan) atau dengan kata lain menggunjing, mengumpat, sisi negatif (mencela) orang lain tidak dihadapan yang bersangkutan. Dengan makna lain adalah ghibah.
Ada 6 yang dikecualikan dari larangan di atas, dengan kata lain agama dapat  membenarkan seseorang menyebut kejelekan orang lain dibelakang yang bersangkutan, selama salah satu yang disebut dibawah ini terpenuhi, yaitu :[2]
1.         Mengadukan penganiayaan yang dialami seseorang kepada pihak yang diduga dapat mengatasi penganiayaan itu.
2.         Mengharapkan bantuan dari siapa yang disampaikan kepadanya keburukan itu, agar keburukan itu dapat tersingkirkan.
3.         Menyebut keburukan dalam rangka meminta fatwa keagamaan.
4.         Menyebut keburukan seseorang dengan tujuan memberi.
5.         Membicarakan keburukan seseorang yang secara terang-terangan dan tanpa malu melakukannya.
6.         Mengidentifikasi seseorang atau memberinya gelar atau ciri tertentu, yang tanpa hal tersebut yang bersangkutan tidak terkenal.
Kata (لُّمَزَةٍ ) lumazah adalah bentuk jamak dari (lammaz) yang terambil dari kat (al-lamz). Kata ini digunakan untuk menggambarkan ejekan yang mengundang tawa. Sementara ulama berpendapat bahwa al-lamz adalah “mengejek dengan menggunakan isyarat mata atau tanagn yang disertai dengan kata-kata yang diucapkan secara berbisik, baik yang dihadapan maupun  dibelakang orang yang diejek.
AYAT 2-3
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ , يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَه
“Yang menghimpun harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya akan mengekalkannya”
Setelah ayat yang lalu mengecam pengumpat dan pengejek, ayat-ayat diatas mengisyaratkan salah satu perbuatan itu yakni pengumpat atau pengejek itu adalah orang yang menghimpun harta yang banyak dan sering kali menghitung-hitungnya, itu dilakukan karena ia mengira bahwa hartanya akan mengekalkannya.
Kata (mal) dari segi bahasa mulanya berarti cenderung atau senang. Agaknya dinamai demikian, karena hati manusia selalu cenderung dan senang kepadanya.
Kata ( عَدَّدَهُ ) ‘addadahu terambil dari kata ‘adda yang dapat dipahami dalam arti menghitung atau menganekaragamkan atau menyiapkan. Kata tersebut menggambarkan bahwa  si pengumpat yang mengumpulkan harta itu tidak sekedar mengumpulkannya, tetapi dia begitu cinta kepada harta sehingga dari saat-kesaat dia menghitung-hitungnya, dan dia begitu bangga dengannya sehingga memamerkannya. Atau menjadikannya beranekaragam dengan membeli berbagai ragam benda. Seperti sawah, ladang, kendaraan, rumah, pershiasan dan sebagainya dan juga dalam arti mempersiapkan untuk kebutuhan anak keturunannya. Betapapun, kesemuanya itu bermuara pada satu maksud bahwa yang bersangkutan amat cinta kepada harta benda dan amat kikir.[3]
Kata (akhladahu) terambil dari kata (al-khuld) kekal. Kata yang digunakan pada ayat ini berbenrtuk kata kerja bentuk lampau (madhi) tetapi maksudnya adalah masa datang (mudhari). Ini untuk mengisyaratkan betapa mantap dugaan itu dalam diri yang bersangkutan sehingga seakan-akan kekekalan tersebut sudah merupakan kepastian seperti pastinya sesuatu yang telah terjadi.
AYAT 4-5
كَلَّا ۖ لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ , وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ
“Tidak ! Dia pasti akan dilemparkan kedalam khutamah. Apakah yang menjadikan engkau mengetahui apakah al-khutamah”.
Ayat yang lalu menegaskan bahwa si pengumpat yang menumpuk dan menghitung-hitung harta menduga bahwa harta itu akan mengekalkannya. Ayat diatas membantah dugaan itu sambil mengancam yang bersangkutan bahwa: Tidak, atau hati-hatilah, Aku bersumpah dia pasti akan  dilemparkan ke neraka al-hutmah. Untuk menggambarkan betapa ngeri dan pedihnya siksa neraka itu ayat berikutnya menegaskan “wa maa adraaka” yakni apakah yang menjadikan engkau mengetahui apakah al-hutmah itu.
AYAT 6-9
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ , الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ , إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ , فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ
“Api Allah yang naik sampai ke hati. Sesungguhnya ia atas mereka ditutup (rapat-rapat). Pada tiang-tiang yang sangat panjang”.
Setelah mengisyaratkan betapa hebatnya neraka dan bahwa dia diluar kemampuan nalar manusia untuk menjangkaunya, ayat-ayat diatas bagaikan menyatakan bahwa : Sekedar untuk menggambarkannya sesuai kemampuan kamu, al-hutmah adalah api Allah yang naik secara sempurna sampai kehati semua pendurhaka. Jangan duga ada diantara mereka yang dapat menghindar, jangan juga duga bahwa api itu mematikan mereka karena sesungguhnya ia yakni tempat api itu dikorbankan atas mereka secara khusus ditutup rapat-rapat sedang para yang tersiksa itu diikat pada tiang-tiang yang sangat panjang.[4]
B.     ASBABUN NUZUL
Pada suatu waktu Utsman bin Affan dan Abdillah bin Umar berkata: masih terdengar segar dalam telinga kami, bahwa ayat ke-1 dan ke-2 dari surah al-humazah diturunkan sehubungan dengan Ubayyin bin Khalaf, seorang hartawan besar dalam kalangan Quraisy. Ia selalu mengejek dan menghina Rasulullah SAW dengan harta kekayaan yang dimilikinya”. Ubayyin senantiasa membanggakan harta kekayaan yang dimiliki, dan beranggapan bahwa ia dapat hidup kekal dengan hartanya, sehingga tidak perlu beribadah kepada siapapun.[5]
(H.R Ibnu Abi Hatim dari Utsman dan Abdillah bin Umar).
Ayat ke-1 sampai dengan ayat ke-3, diturunkan sehubungan dengan Akhnas bin Syarik yang pekerjaan sehari-harinya hanya mengumpat dan mengejek orang lain. Ayat ini diturunkan Allah SWT, sebagai peringatan dan teguran atas perbuatan yang tidak terpuji tersebut. Balasan bagi mereka yang tidak memperhatikan peringatan ini, tidak lain adalah siksa yang sangat dari sisi Allah SWT.
(H.R Ibnu Abi Hatim dan Suddi)
Ayat ke 1 sampai dengan ayat ke 3, diturunkan sehubungan dengan jamil bin Amir al-jumhi, seorang pendekar dan tokoh yang musyrik yang pekerjaan dan sehari-harinya hanya menghina dan mengejek orang lain. Ayat-ayat ini diturunkan sebagai peringatan dari sisi Allah SWt.
(H.R Ibnu Jarir dari seorang suku Riqqah)
Ayat-ayat yang terkandung dalam surah al-humazah diturunkan sehubungan dengan Umayyah bi Khalaf yang selalu memaki, menghina, dan mencela Rasulluh SAW. Disetiap kesempatan bertemu. Sejalan dengan itu, maka Allah SWT. Memerintahkan malaikat jibril untuk menurunkan wahyu yang secara tegas memberikan sanksi hukuman (siksa) kepada orang kikir dan orang mengumpat. Mereka diancam dengan amuk api neraka khutamah.
(H.R ibnu Mundzir dari Abu Ishak)
C.  ASPEK KOMUNIKASI DALAM SURAT AL-HUMAZAH
                  Dalam Menganailisis surat al-humazah ini sesuai dengan kontekstual terdapat beberapa aspek yang terkandung didalamnya yakni politik, ekonomi, sosial dan budaya. Yang dimana aspek-aspek tersebut ada karena di setiap komunikasi itu ada yang namanya komunikator, komunikan dan media.
                  Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari individu atau komunikator menggunakan symbol/ media mempresentasikan suatu makna, pemikiran ide sesuai dengan lingkungan. Sesuai dengan analisis dari surat al-humazah ini komunikator berperan dalam menyampaikan pesan kepada komunikannya melalui bahasa/ media. Yang dimana dalam komunikasi tersebut terdapat suatu masalah atau pokok yang melahirkan beberapa bidang/ aspek yang tersebut diatas. 





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pada surah Al-Humazah menyinggung tentang pemicu lahirnya sosok pengumpat lagi pencela, yaitu, "Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya dia menjadi kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya."
Ketika manusia mempersepsikan harta sebagai "segalanya" bahkan menuhankannya karena mengira harta itu berkuasa atas segala sesuatu, maka beragam sifat dan perilaku negatif dengan sendirinya akan muncul. Di mata manusia semacam ini, semua orang bisa diatur dan derajatnya lebih rendah darinya. Maka, menghina, mengumpat dan mencela orang lain adalah biasa dan lumrah bagi orang yang menghamba kepada harta.
Kedahsyatan ancaman bagi pengumpat dan pencela dilukiskan surat ini sejak awal ayat. Bahkan kata pertamanya adalah ancaman kebinasaan, "Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela." Penyebutan ancaman "Wail", kecelakaanlah... padahal di akhir surat juga diancam lagi dengan neraka, memberi pemahaman bahwa ini bisa saja merupakan ancaman kebinasaan dan kehancuran di dunia sebelum nanti di akhirat dimasukkan ke neraka. Karenanya, kehidupan pengumpat dan pencela tak akan pernah mendapat ketenangan, kedamaian dan jauh dari rahmat dan keberkahan Allah, meski bisa saja hidupnya bergelimang harta. Ketenangan, kebahagiaan dan kesejahteraan yang terlihat hanyalah fatamorgana. Kelak di akhirat, para pengumpat dan pencela akan dimasukkan ke neraka Huthamah.


DAFTAR PUSTAKA

Shihab Quraish, 2002, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian AL-Qur’an, Jakarta: Lentera Hati.
Mahali Mudjab, 2002, Asbabun Nuzul: Studi Pendalaman Al-Qur’an Surat Al-Baqarah- An- Nas, Jakarata: PT Raja Grafindo Persada.

[1] Shihab Quraish, 2002, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian AL-Qur’an, Jakarta: Lentera Hati Hal :511
[2] Shihab Quraish, 2002, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian AL-Qur’an, Jakarta: Lentera Hati Hal :512
[3] Shihab Quraish, 2002, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian AL-Qur’an, Jakarta: Lentera Hati Hal :515
[4] Shihab Quraish, 2002, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian AL-Qur’an, Jakarta: Lentera Hati Hal :517
[5] Mahali Mudjab, 2002, Asbabun Nuzum: Studi Pendalaman Al-Qur’an Surat Al-Baqarah- An- Nas, jakarata: PT raja Grafindo Persada, Hal : 948-949

Tafsir Dakwah II

BAB II
PEMBAHASAN
A.    TAFSIRAN  SURAH AL-HUMAZAH
(QS Al Humazah [104]: 1 – 9)

Terjemahan
Text Qur'an
Ayat

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
1

yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, [maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya dia menjadi kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah].
الَّذِي جَمَعَ مَالا وَعَدَّدَهُ
2

dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya,
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ
3

sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.
كَلا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ
4

Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ
5

(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
6

yang (membakar) sampai ke hati.
الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الأفْئِدَةِ
7

Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ
8

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ
9

Tafsir Dakwah 1

MAKALAH TAFSIR DAKWAH (KOMUNIKASI) Tentang SURAH AL-HUMAZAH
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Surah al Humazah ini terdiri dari 9 ayat, tergolong surat-surat Makkiyah dan diturunkan setelah surat Al Qiyamah. Kaitannya dengan surat Al ‘Ashr ialah ketika Allah di dalam Surat Al ‘Ashr menyebutkan bahwa semua persoalan manusia bergelimang dalam kesesatan, kecuali orang yang dilindungi Allah, lalu di sini Dia menyebutkan sebagian sifat-sifat orang yang sesat itu.
 Surat ini bercerita tentang kecelakaan yang akan dialami oleh orang yang suka mengumpat dan mencela. Mengumpat adalah mencaci maki dan menjelek-jelekkan orang lain secara terang-terangan ketika orang yang dicaci maki itu ada di hadapannya. Sedangkan mencela, biasanya dilakukan ketika orang yang dicela itu tidak ada. Orang yang senang mengumpat disebut pengumpat.
Pada zaman Nabi Muhammad SAW terdapat seorang musyrik yang bernama Al-Akhnas bin Syuraiq. Dia adalah orang yang sangat membenci Nabi SAW. Setiap bertemu Nabi dia mencaci maki beliau. Jika Nabi tidak ada, dia menjelek-jelekkan beliau di depan orang banyak. Karena itu, Allah menurunkan surat Al Humazah yang menjelaskan bahwa orang seperti itu akan celaka.

B.     Rumusan Masalah
a.       Bagaimana tafsiran ayat surat Al-Humazah?
b.      Apa asbabun nuzul dari ayat al-humazah?
c.       Bagaimana aspek komunikasi dalam surat al-humazah?

C.    Tujuan
Supaya para pembaca bisa mengatahui apa tafsiran dari setiap ayat pada surat Al-Humazah, asbabun nuzulnya serta aspek komunikasi yang dipakai dalam surat al-humazah.

Kalah dari Marquez Rossi Alami Malu dan Cidera

Valentino Rossi coba bangkit pasca-peluang juaranya tertutup di Grand Prix Jepang. Jelang tampil di Sirkuit Phillip Island dalam Grand Prix MotoGP Australia, Minggu (23/10/2016), pembalap Movistar Yamaha mengaku siap merebut poin untuk mempertahankan posisi runner up klasemen kejuaraan.
Ya,The Doctor mesti rela gagal lagi jadi juara dunia MotoGP setelah terjatuh di Sirkuit Motegi. Gagalnya menyelesaikan balapan membuat Rossi tak mungkin mengejar perolehan poin Marc Marquez yang keluar sebagai pemenang seri balap ke-15.Nah, kondisi demikian membuat Rossi tinggal fokus mempertahankan posisi dua. Di Motegi, Jorge Lorenzo juga terjatuh sehingga tidak bisa menyalip posisinya di papan klasemen.
Rossi menilai, kekalahan di Jepang cukup berdampak secara mental dan fisik. Tak cuma malu gagal mengalahkan Marquez, pembalap Italia juga ternyata menderita cedera jari yang cukup mengganggu. "Pada akhirnya, sangat sedih kehilangan kesempatan membuat balapan yang bagus, untuk bertarung dengan Marquez dan membawa pulang sesuatu yang bagus setelah tampil baik selama latihan dan kualifikasi. Ketika terjatuh, itu cukup memalukan saat pulang," tutur Rossi seperti dikutip MCN, Kamis (120/10/2016)."Lihatlah data, sangat sulit memahami insiden tersebut, yang saya tidak tahu apakah baik atau buruk. Hal bagusnya adalah saya punya balapan lain untuk menebusnya,""Di akhir race, jari saya juga patah. Cedera itu semakin membaik, tapi masih sakit sedikit. Saya bersyukur itutidak mempengaruhi cara balapan, meski terasa sangat sakit untuk beberapa menit," jelasnya. Rossi menambahkan, dirinya siap menghabiskan sisa musim dengan merebut podium. Melakoni tiga balapan dengan kondisi berbeda di Australia, Malaysia, dan Valencia, ia bertekad mengatur tunggangannya, YZR-M1 sebaik mungkin. "Motivasi terbesar saya adalah bisa membuat poin, mencoba dan bertarung untuk podium di tiga balapan yang punya trek dan kondisi berbeda. Saya suka Phillip Island dan Malaysia, meski kami akan selalu kerjakeras di Valencia. Setiap pekan punya masalah yang berbeda, tapi kami akanberusaha untuk bisa dapatkan podium," tutupnya.

Sumber : Sindo

Moga Bermanfaat

Monday, 10 October 2016

Theologi Islam

THEOLOGI ISLAM

Makalah ini di Susun sebagai salah satu sarat mengikuti ujian Semester Metodologi Studi Islam,  dengan Dosen pengampu : Drs. H. Suprawi Djuhri, MAg

Disusun oleh :
Nama NIM
Ending Zaenal Abidin 02.9319
Muhammad Faizin
Tri Desi Ratna02. 9313
Andi Ma’rupin02. 9316
Noviani02. 9317
Diah Ayu02. 9293
Muhammad Jafar
Aufa Ali
Wasiman Ali Basmun
Komad

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MAMBAUL ULUM
SURAKARTA
2012

DAFTAR ISI
BAB  I  PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
PERUMUSAN MASALAH
TUJUAN PENULISAN
BAB  II  PEMBAHASAN
PENGERTIAN TEOLOGI ISLAM
RUANG LINGUP STUDI ISLAM
SUMBER SUMBER PEMBAHASAN TEOLOGI ISLAM
METODE PEMBAHASAN TEOLOGI ISLAM
HUBUNGAN TEOLOGI ISLAM, FILSAFAT ISLAM DAN TASAWUF
MANFAAT STUDI TEOLOGI ISLAM
BAB  III  PENUTUP
KESIMPULAN
SARAN
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dalam menjalani kehidupan suatu hal yang kita mantapkan adalah aqidah/kayakinan kepada allah SWT. Rasanya aktifitas sehari-hari tak ada gunanya jika tidak di dasari dengan keimanan yang kuat. Dalam kajian ini kita telah mengenal Teologi Islam yang membahas tentang pemikiran dan kepercayaan tentang ketuhanan. Teologi Islam ini sudah sepantasnya kita ketahui agar dalam menjalani kehidupan ini kita mengetahaui dan menjadi Idealnya orang Islam. Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai perbedaan-perbedaan pemikiran dan aqidah yang mengiringi, dan kita harus pandai dalam memilih dan memilahnya dengan berlandaskan Al-qur’an dan Al-hadist. Perlu kita mengingat apa yang pernah di katakan oleh Rasulullah bahwa “ umatku akan berpecah menjadi tujuh pulu tiga dan hanya satu yang benar.”
Perbedaan pemikiran tersebut membuat mereka saling menyalahkan,  antara lain yang kita ketahui adalah: Ahlussunnah Wal Jama’ah, Mu’tazilah Qodariyah dll. Yang semuanya memiliki pendapat masing-masing tentang Tauhid/keyakinan atau tentang hal ketuhanan. Dan kita sebagai orang yang memegang agama allah harus mengetahui manakah pemikiran yang benar dal yang salah, dalam memandangnya kita harus berpegang teguh pada Al-qur’an dan Al-hadist. Hal ini merupakan hal penting yang harus di pelajari agar apa yang menjadi keyakinan kita tentang Allah tidak salah, dan seaandainya apabila keyakinan kita salah tentang-Nya maka kita bisa saja kita di anggap orang keluar agama Islam.
Sebelum mengenal teologi Islam, kita terlebih dahulu mengenal istilah atau ilmu filsafat islam dan tasawuf. Dan kesemuanya itu memiliki hubungan khusus. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara ringkas mengenai studi teologi islam baik meliputi Pengertian teologi islam, Ruang lingkup studi islam, Sumber-sumber Teologi Islam, dll.
 
 
B.      RUMUSAN MASALAH
Apa pengertian dari teologi Islam
Apa ruang lingkup teologi Islam
Apa sumber-sumber pembahasan teologi Islam
Apa metode pembahasan studi teologi Islam
Apa hubungan ilmu teologi, filsafat Islam dan tasawuf
Apa manfaat studi teologi Islam
TUJUAN PENULISAN
Untuk mengetahui apa pengertian dari teologi Islam
Untuk mengetahui apa saja ruang lingkup dalam teologi Islam
Dapat mengetahui sumber-sumber pembahasan teologi Islam
Agar mengetahui metode pembahasan dalam studi teologi Islam
Mengetahui hubungan antara  ilmu teologi, filsafat Islam dan tasawuf
Dapat mengetahui manfaat dari studi teologi Islam
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
 
PENGERTIAN TEOLOGI ISLAM
Teologi dari segi etimologi berasal dari bahsa yunani yaitu theologia. Yang terdiri dari kata theos yang berarti tuhan atau dewa, dan logos yang artinya ilmu. Sehingga teologi adalah pengetahuan ketuhanan . menurut William L. Resse, Teologi berasal dari bahasa Inggris yaitu theology yang artinya discourse or reason concerning god (diskursus atau pemikiran tentang tuhan) dengan kata-kata ini Reese lebih jauh mengatakan, “teologi merupakan disiplin ilmu yang berbicara tentang kebenaran wahyu serta independensi filsafat dan ilmu pengetahuan. Gove mengatkan bahwa teologi merupakan penjelasan tentang keimanan, perbuatan, dan pengalaman agama secara rasional. Sedangkan menurut Fergilius Ferm “the discipline which consern God (or yhe divine Reality)and God relation to the word (pemikiran sistematis yang berhubungan dengan alam semesta). Dalam ensiklopedia everyman’s di sebutkan tentang teologi sebagai science of religion, dealing therefore with god, and man his relation to god  (pengetahuan tentang agama, yang karenanya membicarakan tentang tuhan dan manusia dalam pertaliannya dengan tuhan). Disebutkan dalam New English Dictionary, susunan Collins, the science treats of the facts and phenomena  of religion and the relation between God and men (ilmu yang membahs fakta-fakta dan gejala-gejala agama dan hubungan-hubungan antara tuhan dan manusia).
Sedangkan pengertian teologi islam secara terminologi terdapat berbagai perbedaan. Menurut abdurrazak, Teologi islam adalah ilmu yang membahas aspek ketuhanan dan segala sesuatu yang berkait dengan-NYA secara rasional. Muhammad Abduh :
التوحيد علم يبحث عن وجود الله وما يجب ان يثبت له من صفاته وما يجوز ان يوصف به وما يجب ان ينفى عنه وعن الرسل لاثبات رسالتهم ان يكونوا عليهم ومما يجوز ان ينسب اليهم وما يمتنع ان يلحق بهم.
“ tauhid adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, tentang sifat yang wajib tetap pada-Nya, sifat-sifat yang boleh disifatkan kepada-Nya, sifat-sifat yang sma sekali wajib di lenyapkan dari pada-Nya; juga membahas tentang Rasul-rasul Allah, meyakinkan keyakinan mereka, meyakinkan apa yang ada pada diri mereka, apa yang boleh di hubungkan kepada diri mereka dan apa yang terlarang menghubungkanya kepada diri mereka”
Kalau melihat definisi pertama dapat di pahami bahwa Muhammad Abduh lebih menekankan pada Ilmu Tauhid/Teologi yaitu pembahasan tentang Allah dengan segala sifat-Nya, Rasul dan segala sifat-Nya, sedang yang kedua menekankan pada metode pembahsan, yaitu dengan menggunakan dalil-dali yang meyakinkan.
B. RUANG LINGKUP STUDI ISLAM
Aspek pokok dalam kajian ilmu Teologi Islam adalah keyakinan akan eksistensi Allah yang maha sempurna, maha kuasa dan memiliki sifat-sifat kesempurnaan lainnya. Karena itu pula, ruang lingkup pembahasan yang pokok adalah:
Hal-hal yang berhubungan dengan Allah SWT atau yang sering disebut dengan istilah Mabda. Dalam bagian ini termasuk Tuhan dan hubungannya dengan alam semesta dan manusia.
Hal yang berhubungan dengan utusan Allah sebagai perantara antara manusia dan Allah atau disebut pula wasilah meliputi: Malaikat, Nabi/Rosul, dan kitab-kitab suci.
Hal-hal yang berhubungan dengan sam’iyyat (sesuatu yang diperoleh melalui lewat sumber yang meyakinkan, yakni Al-Quran dan Hadits, misalnya tentang alam kubur, azab kubur, bangkit di padang mahsyar, alam akhirat, arsh, lauhil mahfud, dll).
Didalam sejarah perkembangannya, Teologi islam pada mulanya berkembang dari: pertama, sebagai metodologi teologi. Sebagai sebuah metodologi teologi merupakan suatu cara untuk memahami doktrin agama melalui pendekatan wahyu dan pemikiran rasionalnya. Kedua, menjadi ilmu teologi. Sebagai sebuah ilmu, teologi merupakan ilmu yang membahas masalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Dan ketiga, menjadi teologi aksiologi. Sebagai sebuah aksiologi teologi, merupakan upaya memahami doktrin agama secara mendalam untuk mengadvokasi berbagai permasalahan ketimpangan sosial.
Wilayah pembahasan teologi Islam secara ilmiyah, dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu: pertama, teologi islam klasik teoritik. Disiplin ilmu ini, hanya membahas secara teoritik aspek-aspek ketuhanan dan berbagai kaitan-Nya. Kedua, teologi islam kontemporer praktik. Disiplin ilmu ini, secara praktik membahas ayat-ayat Tuhan dan sunnah-sunnah Rasul-Nya yang nilai doktrinnya mengadvokasi berbagai ketimpangan sosial. Teologi kedua ini dapat dikembangkan lagi menjadi tiga kategori: pertama, Teologi Lingkungan; kedua, Teologi Pembebasan; dan ketiga, Teologi Sosial.
Ketiga teologi Islam ini, merupakan teologi-teologi yang membahas aspek-aspek ketuhanan dan berbagai kaitan-Nya, untuk mengadvokasi obyek formal teologi itu. Seperti teologi lingkungan maksudnya yaitu pembahasan secara mendalam doktrin-doktrin agama islam dengan argumen rasionalnya yang nilainya berupaya mengadvokasi permasalahan alam semesta. Disini dapat dikaji lebih luas lagi dengan menampilkan kajian seperti: teologi pemelihara lingkungan, teologi sampah, teologi banjir, dan yang sebangsanya. Teologi Transformatif. Maksudnya yaitu pembahasan secara mendalam doktrin-doktrin agama islam dengan argumen rasionalnya yang nilainya berupaya mengadvokasi permasalahan perubahan. Disini dapat dikaji lebih luas lagi dengan menampilkan kajian seperti: teologi pembebasan, teologi pos modernisme, teologi sains, dan yang sebangsanya. Dan Teologi Sosial. Maksudnya yaitu pembahasan secara mendalam doktrin-doktrin agama islam dengan argumen rasionalnya yang nilainya berupaya mengadvokasi permasalahan kemasyarakatan.
Dalam mengembangkan kajian dalam bidang ilmu teologi Islam, maka berbagai metodologi/pendekatan penelitiannya, dapat menggunakan beragam metodologi penelitian. Hal ini disesuaikan dengan aspek teologi apa (aspek tokoh teologi,; karya-karya para teolog; gagasan atau ide para teolog; sejarah perkembangan (tokoh-tokoh, karya-karya, dan gagasan para teolog); pengaruh timbal balik antar tokoh, karya-karya, dan gagasan para teolog dengan ipoleksosbudagama; perbandingan (tokoh, karya-karya, dan gagasan); dan selain hal yang tersebut didepan) yang akan diteliti oleh para pengkajinya.
C. SUMBER SUMBER PEMBAHASAN TEOLOGI ISLAM
Adapun sumber pembahasan yang digunakan untuk membangun Ilmu Teologi Islam menggunakan beberapa sumber, yaitu
Sumber yang ideal
Yang dimaksud dengan sumber ideal adalah Qur’an dan Hadits yang didalamnya dapat memuat data yang berkaitan dengan objek kajian dalam Ilmu Tauhid. Misalnya, telah dimaklumi dalam ajaran agama, bahwa semua amal sholeh yang dilakukan oleh ketulusan hanya akan diterima oleh Allah SWT apabila didasari dengan akidah islam yang benar. Karena penyimpangan dari akidah yang benar berarti penyimpangan dari keimanan yang murni dari Allah. Dan penyimpangan dari keimanan berarti kekufuran kepada Allah SWT. Sedangkan Allah tidak akan menerima amal baik yang dilakukan oleh orang kafir, berapapun banyaknya amal yang dia kerjakan. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lau dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.” (QS. Al- Baqoroh : 217)
2.      Sumber Historik
Sumber historis adalah perkembangan pemikiran yang berkaitan dengan objek kajian ilmu tauhid, baik yang terdapat dalam kalangan internal umat islam maupun pemikiran eksternal yang masuk kedalam rumah tangga islam. Sebab, setelah Rosulullah saw wafat, islam menjadi tersebar, dan ini memungkinkan umat islam berkenalan dengan ajaran-ajaran, atau pemikiran-pemikiran dari luar islam, misalnya dari Persia dan Yunani.
Pemikiran yang berkembang dalam kalangan internal umat islam, antara lain:
Pelaku dosa besar. Masalah yang muncul, apakah masih ddihukumi sebagai mukmin atau tidak.
Al-Quran wahyu Allah. Apakah ia makhluk atau bukan, atau dengan kata lain, apakah Al-Quran itu qadim atau hudus (baru).
Melihat Tuhan Allah. Apakah itu di dunia atau di akhirat, atau di akhirat saja, dan apakah dengan mata kepala ataukah dengan hati saja.
Sifat-sifat Tuhan. Apakah Tuhan memiliki sifat-sifat zati dan sifat af’al (menurut konsepsi al-sanusi,sifat-sifat ma’nawiyah), ataukah Dia tidak layak diberi sifat-sifat tersebut.
 Kepemimpinan setelah  Rosulullah wafat, apakah ia harus dipegang oleh suku Qurays saja , atau apakah nabi Muhammad saw meninggalkan wasiat bagi seseorang dari  ahlul bait untuk memimpin umatnya ataukah tidak atau bahwa pemimpin itu harus dipilih berdasar musyawaroh, atau menurut keputusan ahlul hall wal aqdi.
Takwil terhadap ayat-ayat mutasyabihat. Apakah diperbolehkan mengadakan takwil atau tidak. Misalnya:
Janganlah kamu sembah disamping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Al-Qashas : 88)
Pemikiran eksternal yang masuk kedalam rumah tangga Islam saat itu, dan melahirkan persoalan teologi yang berkenaan dengan perbuatan baik dan buruk. Apakah Tuhan Allah menciptakan baik dan yang terbaik saja (al-salah wa al aslah) untuk manusia? Atau, Tuhan wajib menciptakan yang baik dan yang terbaik saja bagi manusia sebab jika tidak demikian maka Dia tidak adil (dhalim), dan itu mustahil bagi-Nya. Pendapat diatas diteruskan dengan pendapatnya, bahwa Tuhan tidak menciptakan yang jahat. Jahat dan buruk, pada hakikatnya, ciptaan manusia sendiri dan dia harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya. Seperti, pemikiran dari Zoroaster dan filsafat Yunani. Ini yang pada saat itu nampaknya lebih domonan dibanding dari pemikiran-penikiran lainnya.
D. METODE PEMBAHASAN STUDI ISLAM
Ada dua metode atau cara pembahasan Ilmu Tauhid, yakni:
 Menggunakan dalil naqli
Pada dasarnya inti pokok ajara Al-Quran adalah tauhid, nabi Muhammad saw diutus Allah kepada umat manusia adalah juga untuk mendengarkan ketauhidan tersebut, karena itu ilmu tauhid yang terdapat didalam Al-Quran dipertegas dan diperjelas oleh Rosulullah saw dalam haditsnya. Penegasan Allah dalam Al-Quran yang mengatakan bahwa Allah itu Maha Esa antara lain:
“Katakanlah “Dia-lah Allah, yang Maha Esa; Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan diperanakkan. Dan tidak ada serangpun yang setara dengan Dia”. (QS. Al-Ikhlas : 1-4)
Keesaan Allah SWT tidak hanya pada zat-nyatapi juga esa pada sifat dan af’al (perbuatan)-Nya. Yang dimaksud Esa pada zat adalah Zat Allah itu tidak tersusun dari beberapa bagian. Esa pada sifat berarti sifat Allah tidak sama dengan sifat-sifat yang lain dan tak seorangpun mempunyai sifat sebagaimana sifat Allah SWT.
Menggunakan Dalil Aqli
Penggunaan metode rasional adalah salah satu usaha untuk menghindari keyakinan yang didasarkan atas taklid saja. Seperti telah disebutkan dalam pembahasan terdahulu bahwa iman yang diperoleh secara taklid mudah terkena sikap ragu-ragu dan mudah goyah apabila berhadapan dengan hujjah yang lebih kuat dan lebih mapan. Karena itu ulama sepakat melarang sikap taklid didalam beriman. Orang harus melakukan nalar dan penalaran baik dengan memakai dalil aqli maupun dalil naqli. Didalam Al-Quran banyak ditemukan ayat yang mengkritik sikap taklid ini, antara lain:
“apabila dikatakan kepada mereka, marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rosul-Nya. Mereka menjawab, cukuplah bagi kami apa yang kita dapatkan dari bapak-bapak kami, meskipun bapak-bapak mereka tidakmengetahui apa-apa (tidak punya hujjah yang kuat) dan tidak mendapat petunjuk”. (QS Al- Maidah : 104)
Ayat ini mengandung kritikan terhadap sikap yang hanya ikut-ikutan sedangkan nenek moyang yang diikutinya tidak memiliki hujjah yang kuat bagi keyakinannya. Dalam hukum akal dijelaskan, apabila kita menerima suatu keterangan, maka akal kita tentu akan menerima dengan salah suatu pendapat atau keputusan hukum, seperti:
Membenarkan dan mempercayainya (wajib aqli)
Mengingkari dan tidak mempercayainya (muhal atau mustahil)
Memungkinkan (jaiz)
Adapun dalam hal keyakinan, teori keyakinan membagi tipe keyakinan ada tiga, yaitu:
Keyakinan itu ada dua, sentral dan periferal,
Makin sentral sebuah keyakinan, ia makin dipertahankan untuk tidak berubah,
Jika terjadi perubahan pada keyakinan sentral, maka sistem keyakinan yang lainnya akan ikut berubah.
E. HUBUNGAN TEOLOGI ISLAM, FILSAFAT ISLAM dan TASAWUF
Teologi Islam sebagai sebuah disiplin ilmu yang subjek matternya adalah ketuhanan, berada satu rumpun dengan disiplin ilmu pemikiran dalam islam (Teologi Islam, Filsafat dan Tasawuf), memiliki hubungan yang dapat di klasifikasikan dalam:
Dalam argumentasinya filasafat dibangun di atas dasar logika, sehingga hasil kajianya spekulatif. Sedangkan ilmu Teologi sebagai ilmu yang menggunakan logika di samping argumentasi naqliyah  berfungsi untuk mempertahankan keyakinan-keyakinan agama yang sangat tampak nilai apologinya. Teologi berisi keyakinan kebenaran agama yang di pertahankan melalui argumen-argumen rasional. Ilmu Tasawuf adalahh ilmu yang lebih menekankan rasa, intuisi, atau ilham dan inspirasi yang datang dari tuhan pada rasio sehingga bersifat subyektif.
Di pandang dari obyek kajianya ilmu teologi adalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan denganya. Filsafat mengkaji masalah ketuhanan di samping masalh alam, manusia, dan segala sesuatu yang ada. Sementara kajian tasawuf adalah tuhan, yakni upaya-upaya pendekatan pada-Nya. Di pandang dari hal ini ketiga di siplin ilmu ini membahas maslah tentang ketuhanan.
Dalam masalah kebenaran, ilmu teologi dengan metodenya sendiri berusaha mencari kebenaran tentang tuhan dan yang berkaitan denganya. Filsafat dengan wataknya sendiri,berusaha menghampiri kebenaran, baik tentang alam maupun manusia atau tentang tuhan. Tasawuf dengan metodenya juga berusaha menghampiri kebenaran yang berkaitan dengan perjalanan spritual.
Di lihat dari aspek aksiologi, teologi berperan sebagai ilmu yang mengajak orang yang baru untuk mengenal rasio sebagai upaya mengenal tuhan secara rasional. Adapun filsafat, lebih berperan sebagai ilmu yang mengajak kepada orang yang mempuyai rasio secara prima untuk mengenal tuhan secara lebih bebas melalui pengamatan dan kajian alam dan ekosistemnya langsung.  Sedangkan tasawuf lebih berperan sebagai ilmu yang memberi kepuasan kepada oarnga telah melepaskan rasionya secara bebas karena tidak memperoleh apa yang di carinya, selain itu tasawuf berfungsi muatan rohaniah terhadap teologi dan filsafat.
tapi, sebagian orang memandang ketiganya memiliki jenjang tertentu. Pertam ilmu teologi islam, kemudian filsafat dan tasawuf. Jadi merupaka kekeliruan jika dialektika kefilsatan atau tasawuf teoretis diperkenalkan kepada masyarakat awam karena akan berdampak pada terjadinya rational jaumping.
F. MANFAAT STUDI TEOLOGI ISLAM
Teologi Islam merupakan salah satu dari tiga pondasi Islam dan pemahamanya harus ada dalam diri seseorang  manusia yang beriman. Sedangkan iman itu di nyatakan  pertama nutqun bil lisan (menyatakan keislam secaralisan) harus berlandaskan ilmu yang kuat yang di antaranya adalah ilmu kalam ini. Kedua, a’malu bil arkan(melaksanakan keislaman secara fisik) dengan berlandaskan ilmu yang hak di antaranya ilmu fiqh. Ketiga tashdiqu bil qolbi (membenarkan islam dengan hatinya). Harus berpangkkal dengan ilmu batin yang benar dan yang membenarkan adalah iomu tasawuf. Dari itu, mempelajari ilmu teologi sangat urgen karena dapat memberikan landasan kuat bagi kebenaran kayakinan keberislaman atau keberagamaan seseorang. Dalam hal ini menjadi kekuatan keimanan seseorang muslim.
Aspek lain, ketuhanan merambah dan mengisi pada berbagai organisasi tertentu sehingga menyebabkan timbulnya konflik, dengan ilmu teologi ini mengkaji tentang kebenaran tentang ketuhanan sehingga konflik tersebut dapat di atasi, dan tidak mendiskriminasikan antara satu aliran dengan aliran yang lain.
Akhir-akhir ini, teologi islam sebagai sebuah aksiologi, telah banyak di tulis. Tulisan itu di maksudkan mengadvokasi berbagai ketimpangan sosial baik aspek sosial keperempuan, seperti teologi gender dll. Dengan teologi ini di harapkan ketimpangan sosial yang terjadi dapat tereleminasi atau kalo mungkin teratasi secara baik dan benar.
 

BAB III
PENUTUP
 
 
KESIMPULAN
Teologi islam adalah ilmu yang membahas aspek ketuhanan dan segala sesuatu yang berkait dengan-Nya
Ruang lingkupnya, Hal-hal yang berhubungan dengan Allah SWT atau yang sering disebut dengan istilah Mabda, berkenaan dengan utusan Allah dan sam’iyyat.
Teologi Islam berdasarkan Al-qur’an, Al-hadist dan sumber historis (perkembangan pemikiran yang berkaitan dengan objek kajian ilmu tauhid)
Dengan mempelajari Teologi Islam ini di harapkan agar mengetahui kebenaran-kebenaran yang menjadi dan kebenaran tentang ketuhanan  dan ketimpangan sosial yang terjadi dapat tereleminasi atau kalau mungkin teratasi secara baik dan benar.
SARAN
Sudah sepantasnya kita sebagai orang Islam mengethui adanya aliran-aliran dalam Islam, dan mungkin makalah sangat cocok bagi kita untuk di jadikan sebagai pegangan dalam pembelajaran tentang ilmu kalam atau tentang ketuhanan, apalagi kita brada di ingkungan bebas yang di situ banyak aliran-aliran dan pemikiran menyimpang. 
Daftar Pustaka
 
Sarkowi, Teologi Islam Klasik, ReSIST Literacy, Malang Cet I 2010.
Rozak, Abdul. Anwar,Rosihan, Ilmu Kalam, CV Pustaka Setia, Bandung, 2006.

Majdid Fakhry, The History of Islsmic Philoshopy, Columbia university, press Netwyor ,1983.
Hanafi Ahmad, Pengantar Teologi Islam, Pustaka Alhusna Baru, Jakarta 2003.

Abduh, Muhammad, Terj Risalah tauhid, Firdaus A.N, Bulan Bintang, jakarta 1979

Blog.uin-malang.ac.idfityanku.blogspot.com